Petai Cina

Uraian:
Petai cina (Leucaena leucocephala) adalah tumbuhan yang memiliki batang pohon keras dan ber-
ukuran tidak besar. Daunnya majemuk terurai dalam tangkai berbilah ganda, Bunganya berjambul
berwarna putih sering di sebut cengkaruk. Buahnya mirip dengan buah petai (Parkia speciosa)
tetapi ukurannya jauh lebih kecil dan berpenampang lebih tipis. Buah petai cina termasuk buah
polong, berisi biji – biji kecil yang jumlahnya cukup banyak. Oleh para petani di pedesaan sering di
tanam sebagai tanaman pagar, pupuk hijau dan segalanya. Petai cina cocok hidup di dataran
rendah sampai ketinggian 1.500 meter dpl. Petai cina di indonesia hampir musnah setelah
terserang hama wereng. Pengembangbiakan selain dengan penyebaran biji yang sudah tua,
dapat di lakukan dengan cara stek batang.

Nama Lokasi:
Petai cina (Indonesia); Kemlandingan, lamtoro (Jawa); kemlanding, peuteuy selong (Sunda);
kalandingan (Madura).

Penyakit Yang Dapat Diobati:
Diabetes melitus, cacingan, gairah seks, luka baru dan bengkak, tluseben (Kasura).

Pemanfaatan:
1. Diabetes Melitus
Bahan: Biji petai cina yang sudah tua dan kering.
Cara membuat: Digoreng tanpa minyak dan di tumbuk halus (dibuat bubuk). Kemudian ambik 1
sendok bubuk. Seduh dengan air panas (seperti membuat kopi).
Cara menggunakan: Minum 1 kali sehari 1 gelas, lakukan secara teratur.
2. Cacingan
Bahan: Biji petai cina yang sudah tua dan kering.
Cara membuat: Digoreng tanpa minyak dan di tumbuk halus (dibuat bubuk). Kemudian ambik 1
sendok dan diseduh dengan 1/2-1 gelas air panas (seperti membuat kopi).
Cara menggunakan: Diminum menjelang tidur malam.
3. Meningkatkan gairah seks
Bahan: 1 sendok petai cina, 1 sendok bubuk merica hitam, 2 butir kuning telur ayam kampung
mentah dan 1 sendok madu.
Cara Membuat: Semua bahan tersebut dioplos sampai merata.
Cara Menggunakan: Diminum sekaligus.
4. Luka baru dan bengkak
Bahan: Daun petai cina secukupnya.
Cara Membuat: Ditumbuk halus atau dikunyah.
Cara Menggunakan: Ditempelkan pada bagian yang luka/bengkak.
5. Tlusuben (Benda masuk ke dalam daging: Kayu, bambu)
Bahan: Daun petai cina yang masih muda dan terasi dapur.
Cara Membuat: Daun petai cina ditumbuk halus dan ditambah terasi dapur secukupnya, diaduk
sampai merata.
Cara Menggunakan: Ditempelkan pada bagian yang sakit, kemudian dibalut dengan kain pem-
balut.

Komposisi:
Kandungan kimia: Biji dari buah polong petai cina (Leucaena leucocephala) yang sudah tua
setiap 100 gram mempunyai nilai kandungan kimia berupa: – Lemak 0,5 gram, – Hidrat arang
26,5 gram, – Kalsium 155 miligram, – fosfor 59 gram, – zat besi 2,2 gram, – Vitamin A 416 SI,
– Vitamin B1 0,23 Miligram, – Vitamin C 20 miligram.

Meninggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s