Tapak Kuda

Uraian:

Tumbuhan liar di daerah pantai atau di tempat – tempat yang tanahnya berbatu – batu dan mengandung pasir.  Tumbuhan berbatang basah, licin, merambat atau merayap di tanah, warna batang hijau kecokelatan. Daun tunggal, bulat, tebal, licin mengkilat tidak berambut, berbagi di kedua ujung daun, warna hijau, letak tersebar panjang dan lebar daun + 3 cm, tangkai daun panjang sekitar 2 – 3 cm, bila dipatahkan keluar getah warna putih. Bunga warna ungu, bentuk seperti corong/terompet.

Nama Lokal:

Katang – katang, tang katang, daun katang, alere, leleri, dalere, batata pantai, tapak kuda, andah arana, daredei, watata – ruruan, dolodoi, tilalade, mari – mari, wedor, tati raui, ngemir – ngemir, loloro, bulalingo, lalere, wedule (Indonesia); Ma an teng (China).

Penyakit Yang Dapat Diobati:

Reumatik, pegal – pegal (myalgia), wasir, sakit gigi, pembengkakan gusi.

Pemanfaatan:

Bagian Yang Dipakai:

Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.

Kegunaan:

1.       Rheumatic/nyeri persendian, myalgia (sakit otot/pegal-pegal).

2.       Pendarahan pada wasir (haemorrhoid), pembengkakan gusi, sakit gigi.

Pemakaian: 30 – 60 Gr daun segar atau 15 – 30 gr kering, direbus.

Pemakaian Luar:

Lumatkan daun segar untuk pemakaian di tempat yang sakit. Atau daun segar di rebus kemudian dicuci. Peras, oleskan di tempat yang sakit. Atau perasan air dari daun segar dioleskan di tempat yang sakit. Atu akar dikeringkan, giling menjadi bubuk/serbuk, tempelkan ke tempat yang sakit. Dipakai untuk bisul, koreng, eczema.

Cara Pemakaian:

1.       Rheumatic

Herba segar 45 gr, tambah arak ketan dan air sama banyak. Rebus, minum.

2.       Bisul dan koreng: 30 – 60 gr herba segar ditambah gula merah, rebus.

3.       Wasir berdarah: 30 Gr herba segar ditambah 360 gr usus, tim, makan.

4.       Sakit gigi: 45 Gr akar kering, direbus, minum.

5.       Eczema: Akar segar 30 gr, rebus minum.

Perhatian: Wanita hamil dilarang memakai tanaman obat ini.

Komposisi:

Sifat Kimiawi Dan Efek Farmakologis: Rasa pedas sedikit pahit, hangat. Anti rheumatic, anti radang (anti inflammasi), anti bengkak (anti swelling).

Kandungan Kimia: Daun mengandung behenic acid, melissic acid, myristic acid. Daun kering mengandung antistine (antihistamin/anti alegri).

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s