Ketepeng Kecil

Uraian:
Tanaman berupa perdu kecil yang tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 1 m. tumbuh liar di pinggir kota, daerah tepi sungai, semak belukar dan kadang-kadang ditanam sebagai tanaman hias. Batangnya lurus, pangkal batang berkayu, banyak bercabang, daerah ujung batang berambut jarang. Daun letak berseling, berupa daun majemuk menyirip ganda terdiri dari 3 pasang anak daun yang bentuknya bulat telur sungsang, panjang 2 – 3 cm, lebar 1 ½ – 3 cm, ujung agak membulat dan pangkal daun melancip, warna hijau, permukaan bawah daun berambut halus. Bunganya banyak berwarna kuning tersusun dalam rangkaian tandan yang tumbuh pada ketiak daun. Buahnya buah polong berkulit keras berisi 20 – 30 cm biji yang bentuknya lengkung berwarna coklat kuning mengkilat. Tanaman perdu ini berasal dari Amerika tropik, dan menyukai tempat terbuka atau agak teduh. Dapat tumbuh di dataran rendah sampai 800 m di atas permukaan laut.

Nama Lokal:
Ketepeng sapi, ketepeng cilik (Jawa); Pepo (Timor); Ketepeng lentik (Sunda); Jue ming zi (China).

Penyakit Yang Dapat Diobati:
Radang mata, luka cornea, rabun senja, glaucoma, hipertensi, hepatitis, cirrhosis, perut busung air (ascites), sulit buang air besar.

Pemanfaatan:
Bagian Yang Dipakai: Biji, dikeringkan.
1. Radang mata merah, luka kornea (ulcus cornea), rabun senja, glaucoma.
2. Tekanan darah tinggi.
3. Hepatitis, cirrhosis, ascites (perut busung air).
4. Sulit buang air besar (habitual constipation).

Pemakaian:
5 – 15 Gr direbus. Minum atau dijadikan bubuk untuk pemakaian luar.

Cara Pemakaian:
1. Tekanan Darah Tinggi
15 Gr biji digongseng (goring tanpa minyak) sampai kuning. Kumudian digiling sampai terasa kesat. Tambahkan gula secukupnya. Seduh dengan air panas atau direbus. Minum sebagai pengganti teh.
2. Radang Mata
Bubuk/serbu ditambah teh secukupnya. Tempelkan pada kedua pelipis (pada kedua titik akupunktur Tay Yang/ istimewa).
3. Cacingan Pada Anak
9 Gr bubuk + 1 pasang hati ayam, dilumatkan. Tambahkan sedikit arak putih. Aduk menjadi lempengan. Kukus lalu dimakan.

Komposisi:
Sifat Kimiawi Dan Efek Farmakologis:
Terasa manis, pahit, dan asin, agak dingin. Pengobanan radang mata, peluruh air seni, melancarkan buang air besar. Herba ini masuk meridian liver (purifies = membersihkan) dan meridian ginjal (supports = menguatkan).

Kandungan Kimia:
Biji segar mengandung chryzophanol, emodiin, aloe-emodin, rhein, physcion, obtusin, aurantio-obtusin, rubrobusarin, torachryson, toralactone, vit A.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s